Paradigma :
Kecenderungan manusia dalam memenuhi lebutuhan estetika akan sejalan dengan dengan tingkat kehidupanya. Penataan ruang dalam rumah menjadi sangat signifikan karena rumah adalah istana peraduan. Penataan yang kurang pas akan menimbulkan kejenuhan bagi yang menempatinya, menimbulkan kelelahan batiniahnya karena memandang dan menikmati tata ruang yang monoton. Pertamanan dalam ruang yang bisa diharapkan dapat memberikan nuansa arstitik alamiah selama ini tidak dapat memberikan solusi karena kebanyakan bersifat mati tidak fleksible, baik dan mampu memberikan kepuasan estetika sementara, lama kelamaan kejenuhan timbul yang endingnya tidak sedikit taman yang sudah terbangun dibongkar lagi. Bagi yang berduit itu bukan masalah yang besar, bagaimana dengan kurang berduit, Cost yang sebenarya tak perlu dikeluarkan tanpa pemikiran yang strategis.
Dari permasalahan tersebut garis kesimpulan yang diperlukan dalam mengatasi atau hal yang dapat memberikan solusi meliputi; Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Eksterior, Interior | Ditandai: arsitektur, bangunan, knock down, minimalis, ruangan, ruangan sempit, taman, tata ruang | 4 Komentar »

Permasalahan perumahan misalnya banyak di antara kita tidak menyadari bahwasanya limbah yang dihasilkan dari renovasi, perehabilitasian dan pembangunan perumahan yang berupa pecahan gempuran tembok, patahan batu bata, keramik, potongan kayu serta besi masih dapat digunakan ulang sebagai bahan dasar sama nilai tat kala dalam kondisi proporsional. Bahan- bahan limbah tersebut dapat dijadikan bahan utama pembuatan taman.